Sabtu, 23 November 2013

Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko JSA & RA (Job Safety Analysis & Risk Assessment)


Apa itu Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko (Job Safety Analysis & Risk Assessment) ??
Merupakan suatu program kerja yang didalamnya terdapat proses mengenali bahaya pada suatu pekerjaan, membuat identifikasi bahaya dan nilai dari resiko bahaya tersebut kemudian melakukan pengendalian terhadap resiko bahaya yang telah teridentifikasi.

Apa Tujuan Dilakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko (Job Safety Analysis & Risk Assessment) ??

1.      Memantau resiko-resiko bahaya yang jarang diketahui atau beberapa resiko bahaya yang tidak dihiraukan dalam pekerjaan, padahal beresiko kecelakaan atau pada kesehatan.

2.      Menentukan cara laksana kedali bahaya dan mengurangi resiko kecelakaan.

3.      Acuan dalam menentukan APD (Alat Pelindung Diri) dan dasar pengajuan ke Manajemen.

4.      Tujuan akhir dari program ini adalah menurunkan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas.

5.      Mengidentifikasi, mengklarifikasi dan mengendalikan bahaya serta risiko dari setiap kegiatan operational dan produksi perusahaan, baik kegiatan rutin maupun non rutin.

6.      Menetapkan target dan program peningkatan kinerja K 3 berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian Risiko .

Definisi :

1.      PENILAIAN RESIKO          : Adalah  keseluruhan proses dalam mengestimasi besarnya suatu risiko

2.      LIKELIHOOD ( Lh ) : Adalah KEMUNGKINAN terjadi suatu bahaya dari suatu aktivitas

3.      SEVERITY ( Sv )       : Adalah TINGKAT BAHAYA / KESERIUSAN yang ditimbulkan dari suatu aktivitas.

Metode Analisis Resiko

a.          Kualitatif

Metode ini menganalisa dan menilai suatu risiko dengan cara membandingkan terhadap suatu diskripsi/uraian dari parameter (peluang dan akibat) yang digunakan. Umumnya metode matriks dipakai

b.         Semi kuantitatif

Metode ini pada prinsipnya hampir sama dengan analisa kualitatif, perbedaannya pada metode ini uraian/deskripsi dari parameter yang ada dinyatakan dengan nilai/skore tertentu

c.          Kuantitatif

Metode ini dilakukan dengan menentukan nilai dari masing-masing parameter yang didapat dari hasil analisa data yang representative.  Analisa terhadap nilai peluang atau akibat dilakukan dengan beberapa metode seperti : analisa statistik, model komputer, simulasi, fault tree analysis, dll

Penanganan Resiko

Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan apakah risiko tersebut masih bisa diterima (acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh suatu organisasi

-          Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka organisasi harus menetapkan bagaimana risiko tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya paling minimum/sekecil mungkin

-          Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka organisasi perlu memastikan bahwa monitoring terus dilakukan terhadap risiko itu.

Penanganan Resiko Tidak Dapat Diterima

Bila suatu risiko tidak dapat diterima maka harus dilakukan upaya penanganan risiko agar tidak menimbulkan kecelakaan/ kerugian.Bentuk tindakan penanganan risiko dapat dilakukan sebagai berikut:

-          Hindari risiko
-          Kurangi/minimalkan risiko
-          Transfer risiko
-          Terima risiko

Penanganan Resiko Dapat Diterima

Menentukan suatu risiko dapat diterima akan tergantung kepada penilaian/ pertimbangan dari suatu organisasi berdasarkan:

-          Tindakan pengendalian yang telah ada
-          Sumber daya (finansial, SDM, fasilitas, dll)
-          Regulasi/standard yang berlaku
-          Rencana keadaan darurat
-          Catatan/data kecelakaan terdahulu, dll

Bagaimana Metode untuk melakukan Identifikasi Bahaya dan Penilaian Resiko (Job Safety Analysis & Risk Assessment)??

1. Tentukan pekerjaan yang akan diperiksa potensi bahayanya.

- Pekerjaan yang memerlukan JSA&RA adalah pekerjaan yang potensi bahaya yang berdampak pada kecelakaan kerja
- Merupakan pekerjaan baru dengan potensi bahaya untuk terjadi kecelakaan kerja
- Pekerjaan lama dengan alat-alat baru sehingga menimbulkan perubahan pada langkah kerja.

2. Pecahkan pekerjaan menjadi langkah-langkah kerja

- Menetapkan langkah-langkah kerja sederhana yang akan dilaksanakan.
- Batasi secara umum langkah-langkah kerja tersebut, misal : maksimal 10 langkah kerja

3. Tentukan tahap kerja kritis

Tahap kerja kritis adalah tahap kerja dimana pada tahap tersebut dinilai memiliki potensi bahaya yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan kerja.

4. Kenali sumber bahaya

- Sumber bahaya mekanik : Putaran mesin, angkat-angkut, roda gigi, rantai, beban, handling,dll.
- Sumber bahaya fisik&kimia : Listrik, Tekanan, Vibrasi, Suhu, Kebisingan, bahan kimiadll.
- Pertimbangkan cidera akibat Jatuh, Ledakan, Paparan gas/kimia, asap, regangan otot, dll.
- Pertimbangkan lingkungan kerja, peralatan, rekan kerja.
- pertimbangkan kemungkinan personil yang dapat cidera yaitu pelaksana kerja tersebut atau rekan kerja.

5. Pengendalian

Tentukan tindakan pengendalian bahaya berdasarkan hirarki pengendalian atau biasa disebut urutan langkah pengendalian. antara lain :
- Rekayasa teknik yaitu melakukan pengamanan terhadap mesin yang dinilai memiliki bahaya berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.
- Administratif yaitu memberikan pelatihan dan sertifikasi, Briefing K3, rotasi kerja, dll.
- Evaluasi cara kerjanya
- Berikan Alat Pelindung diri

6. Pencatatan

- Urutkan langkah kerja
- Jelaskan langkah kerja
- Pengendalian
- Dokumentasikan JSA&RA pada formulir.

7. Komukasikan

Sosialisasikan kepada pelaksana pekerjaan

8. Tinjau Ulang

Lakukan peninjauan ulang JSA apabila terjadi hal-hal berikut :
- Saat pekerjaan selesai
- Ada sumber bahaya lain teridentifikasi
- Ada metode pekerjaan yang berubah

Dari langkah-langkah tersebut sudah bisa dilaksanakan sebuah program JSA&RA idealnya pembuatan JSA&RA dapat dibentuk tim  antara lain :

1. Atasan dari pelaksana pekerjaan
2. perwakilan pekerja yang melakukan pekerjaan
           
     Tiga pertanyaan dasar untuk identifikasi bahaya :

1.       Apakah ada sumber bahaya ( celaka ).
2.       Siapa dan apa yang dapat celaka.
3.       Bagaimana dapat terjadi.
          
      Cara Melakukan Identifikasi bahaya :

1.       Mengidentifikasi seluruh proses / area yang ada dalam kegiatan.
2.    Menhgidentifikasi sebanyak mungkin aspek K – 3 pada setiap proses / area yang telah diidentifikasi sebelumnya.
3.       Identifikasi K – 3 dilakukan pada suatu proses kerja, baik pada kondisi Normal, Abnormal, 

Emergency dan Maintenance.

Contoh aspek K – 3                      Contoh dampak K – 3
-  Ceceran oli                           > Terpeleset
-  Limbah padat                       > Kontaminasi tanah
-  Debu                                      > Pencemaran air
-  Bau                                         > Pencemaran udara
-  Minyak                                  > Kebakaran
-  Bising                                     > Penurunan pendengaran
-  Getaran                                 > Tersengat listrik

Pengendalian K – 3 Terhadap Kegiatan Yang Telah Didentifikasi :

1.       No control                     -> belum ada pengendalian K-3
2.       Engineering control     -> Pengendalian dengan engineering
3.       Procedures / W I          -> Pengendalian dengan prosedur ( work instruction )
4.       Skill training   -> Pengendalian dengan memberi pelatihan
5.       Special rules / permit  ->Pengendalian dengan ijin khusus
6.       APD -> pengendalian dengan PPE ( personal Protect equipment )

Kategori Besarnya Bahaya:

Untuk membantu proses identifikasi bahaya dapat dikategorikan sbb :
1.       Mechanical
2.       Electrical
3.       Radiation
4.       Chemical
5.       Fire and explosion.

Daftar Potensi Bahaya :

1.       Terpeleset
2.       Jatuh dari ketinggian
3.       Kejatuhan benda asing
4.       Ruang untuk kepala yang kurang
5.       Bahaya dari mesin
6.       Bahaya dari kendaraan
7.       Kebakaran dan ledakan
8.       Zat yang terhirup
9.       Zat yang mencederai mata
10.    Zat yang melukai kulit
11.    Bahaya listrik
12.       Radiasi Getaran
13.    Bising
14.    Pencahayaan
15.    Lingkungan Panas / dingin
16.    Kegiatan kontraktor
17.    Huru hara.

Kunci Mengidentifikasi Resiko :

1.       Apakah diperlukan penelitian mendalam pada resiko tertentu.
2.       Apakah lingkup penelitian
3.       Apakah sumber yang dibutuhkan untuk melaksanakan penelitian
4.       Apakah yang diperoleh dapat dipercaya

Unsur kegiatan, produksi, jasa sebuah organisasi yang dapat berinteraksi dengan lingkungan.

Kategori Penilaian Bahaya Dan Resiko

Resiko : adalah kombinasi dari kecenderungan / peluang dan tingkat keparahan suatu potensi bahaya.
RISK   = Probility x Severity

Kemungkinan terjadi ( Likelihood  / Probility )

1.       Rare                   : Kemungkinan terjadinya bahaya sangat kecil ( pada keadaan luar biasa )
2.       Unlikeky           : Biasa tidak terjadi namun kemungkinan terjadi tetap ada.
3.       Possible             : Kemungkinan terjadi bahaya kecil atau merupakan kebetulan
4.       Likely                : Kemungkinan terjadin bahaya pada keadaan tertentu
5.       Almost certain   : Sangat mungkin terjadi bahaya

Keseriusan terjadi ( Consequences / Saverity )

1.          Insignificant               : Cedera hanya memerlukan pengobatan P3K.
2.          Minor                         : Cedera memerlukan perawatan medis, tetapi tetap masuk kerja .
3.          Moderate                    : Cedera memerlukan perawatan medis, tetapi tidak dapat masuk kerja.
4.          Major                          : Cedera yang SERIUS ( mengakibatkan cacat anggota atau  sebagian  anggota tubuh)
5.       Catastrophic                  : Menimbulkan KORBAN JIWA
       
  Kategori tingkat Resiko ( tingkat bahaya /Risk Level )

1.       Negligible                      : Tidak memerlukan tindakan khusus( diabaikan )
2.       Low Risk                      : Pemantauan untuk memastikan tindakan pengendalian telah berjalan dengan baik.
3.         Moderatete                  : Perlu perhatian den tambahan prosedure / WI.
4.         High Risk                    : Perlu mendapat perhatian pihak tertentu untuk perbaikan.
5.         Extreme                       : Perlu segera dilakukan tindakan perbaikan.

Hirarki Pengendalian K3

1.         Eliminasi , Menghilangkan suatu bahan/tahapan proses berbahaya

2.         Substitusi
-          Mengganti bahan bentuk serbuk dengan bentuk pasta
-          Proses menyapu diganti dengan vakum
-          Bahan solvent diganti dengan bahan deterjen
-          Proses pengecatan spray diganti dengan pencelupan

3.         Rekayasa Teknik
-          Pemasangan alat pelindung mesin (mechin guarding)
-          Pemasangan general dan local ventilation
-          Pemasangan alat sensor otomatis

4.         Pengendalian Administratif
-          Pemisahan lokasi
-          Pergantian shift kerja
-          Pembentukan sistem kerja
-          Pelatihan karyawan

5.         Alat Pelindung Diri
-          Helmet
-          Safety Shoes
-          Ear plug/muff
-          Safety goggles

Pemantauan dan Tinjauan Ulang

Setelah rencana tindakan pengendalian risiko dilakukan maka selanjutnya perlu dipantau dan ditinjau ulang apakah tindakan tersebut sudah efektif atau belumBentuk pemantauan antara lain:

-          Inspeksi
-          Pemantauan lingkungan/kondisi
-          Audit

Sumber Bahaya

-          Perubahan
-          Produk
-          Material dan karakteristiknya
-          Proses dan prosedur kerja
-          Peralatan dan teknologi
-          Personel
-          Tempat dan lokasi kerja
-          Lingkungan alam, kondisi cuaca

Pihak luar atau pihak terkait (klien, kontraktor, tetangga, tamu, masyarakat, dll.)

Sumber                        :

PRODUK ASURANSI

            Berikut ini,saya akan memberikan sedikit informasi mengenai Macam-macam Produk Asuransi yang banyak digunaan oleh beberapa perusahaan,baik perusahaan swasta ataupun perusahaan instansi pemerintah yang ada di Indonesia Tulisan ini di buat untuk memberikan pengertian dan informasi kepada anda,penulis berharap semoga bisa sangat bermanfaat.

Pengertian Asuransi

Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, dimana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Keuntungan perusahaan asuransi

Perusahaan asuransi juga mendapatkan keuntungan investasi. Ini diperoleh dari investasi premi yang diterima sampai mereka harus membayar klaim. Uang ini disebut "float". Penanggung bisa mendapatkan keuntungan atau kerugian dari harga perubahan float dan juga suku bunga atau deviden di float. Di Amerika Serikat, kehilangan properti dan kematian yang tercatat oleh perusahaan asuransi adalah US$142,3 milyar dalam waktu lima tahun yang berakhir pada 2003. Tetapi keuntungan total di periode yang sama adalah US$68,4 milyar, sebagai hasil dari float.

Prinsip dasar asuransi

Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi, yaitu :
*Insurable interest Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
*Utmost good faith Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
*Proximate cause Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
*Indemnity Suatu mekanisme dimana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
*Subrogation Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
*Contribution Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.

Penolakan asuransi

Beberapa orang menganggap asuransi sebagai suatu bentuk taruhan yang berlaku selama periode kebijakan. Perusahaan asuransi bertaruh bahwa properti pembeli tidak akan hilang ketika pembeli membayarkan uangnya. Perbedaan di biaya yang dibayar kepada perusahaan asuransi melawan dengan jumlah yang dapat mereka terima bila kecelakaan terjadi hampir sama dengan bila seseorang bertaruh di balap kuda (misalnya, 10 banding 1). Karena alasan ini, beberapa kelompok agama termasuk Amish menghindari asuransi dan bergantung kepada dukungan yang diterima oleh komunitas mereka ketika bencana terjadi.
Di komunitas yang hubungan erat dan mendukung di mana orang-orangnya dapat saling membantu untuk membangun kembali properti yang hilang, rencana ini dapat bekerja. Kebanyakan masyarakat tidak dapat secara efektif mendukung sistem seperti di atas dan sistem ini tidak akan bekerja untuk risiko besar.

Macam-macam asuransi antara lain:
·         Asuransi Kesehatan
·         Asuransi Pendidikan
·         Asuransi Jiwa
·         Asuransi Auto
·         Asuransi Griya
·         Dan asuransi lainnya

  •   Asuransi Kesehatan

Dewasa ini, kebutuhan orang akan kesehatan yang layak semakin meningkat, seiring dengan gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin berkembang. Kesehatan adalah harta yang mahal harganya. Hal ini sejalan karena biaya medis dan pengobatan yang bisa dibilang semakin tidak terjangkau. Ketersediaan dana pada saat kita mengalami sakit yang cukup serius adalah suatu hal yang mutlak (ini fakta). Biaya rumah sakit seperti rawat inap, pengobatan, dan layanan-layanan medis lain “biasanya” menggerus kekayaan seseorang. Oleh karena itu asuransi kesehatan sangatlah perlu untuk dimiliki setiap orang selain produk asuransi jiwa. Karena itu asuransi kesehatan sangat berperan penting kepada konsumen yang menggunakan layanan asuransi kesehatan dengan adanya asuransi kesehatan ini maka nasabah pemegang polis akan mendapatkan perlindungan berupa penggantian ongkos berobat.Asuransi kesehatan pada umumnya produk keuangan yang sangat banyak peminatnya di karenakan masyarakat luas cendrung membutuhkan asuransi yang bisa langsung di rasakan manfaatnya. (sumber: Asuransi Kesehatan)

  •  Asuransi Pendidikan

Bagi kaum muda yang baru memasuki dunia pekerjaan, atau mereka yang baru memasuki menikah, asuransi pendidikan mungkin belum dianggap sebagai kebutuhan yang penting/mendesak. Namun, sebagai calon Ayah dan Ibu yang baik, dari masa muda inilah kita ditutut untuk berpikir kedepan mempersiapkan masa depan generasi kita selanjutnya. Seperti sama halnya dengan asuransi kesehatan yang masuk dalam prioritas prtama,produk asuransi pendidikan berada di skala prioritas kedua.Masyarakat telah sadar fungsi dan manfaat asuransi pendidikan ini Kita tahu, dari tahun ke tahun biaya pendidikan di Indonesia semakin mahal, apalagi jika kondisi keuangan tidak stabil. Sebagai orangtua sobat pasti memiliki keinginan untuk dapat menyekolahkan anak-anak dari jejanjang SD, SMP, SMA/Kejuruan, sampai Perguruan Tinggi. Semakin tinggi jejanjang pendidikan yang harus dijalani, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan. Sangatlah bijak bila sobat sudah merencanakan segala kebutuhan pendidikan tersebut mulai dari sekarang. Dengan demikian,program asuransi pendidikan akan memberikan asuransinya kepada pemegang polis asuransi jiwa berhak dengan cara pemegang polis mendapatkan sokongan biaya pendidikan tatkala pemegang polis asuransi telah mencapai masa pencairan

  •  Asuransi Jiwa

Jenis asuransi ini paling banyak kita dengar sekaligus asuransi yang paling penting untuk kita miliki. Sangat bijaksana untuk memilih jenis asuransi ini bagi sobat sendiri, orangtua, istri/suami, anak-anak, bahkan orang lain yang anda kasihi. Kita memang tidak menginginkan kejadian buruk seperti kematian atau kecelakaan, tetapi akan lebih bijak kalau jauh-jauh hari sudah mengantisipasi hal itu. Terutama tentang masalah keuangan, musibah tidak mengenal apakah pada saat itu kita mempunyai cukup uang atau tidak. Oleh karena itu menyisihkan pendapatan sobat untuk memiliki asuransi jiwa akan sangat membantu, agar kelak tidak menyusahkan orang lain ketika terjadi sesuatu hal yang buruk menimpa kita. Lalu pada Asuransi jiwa khusus pada asuransi jiwa baru dapat di rasakan oleh ahli waris tatkala pemegang polis telah meninggal dunia karena sebab kematian alami. Pada dasarnya asuransi jenis ini dapat di manfaatkan oleh ahli waris saja.Asuransi jiwa yang ada di Indonesia menjadi pilihan ketiga setelah kedua asuransi sebelumnya terutama yang sadar akan peran dan manfaat asuransi jiwa ini.

  • Asuransi Auto dan Asuransi Griya

Kedua Asuransi ini hanya berlaku pada kendaraan dan bangunan yang mana nilai penggantian di dasarkan pada ketentuan-ketentuan tertentu. Produk Asuransi auto dan griya cendrung di nikmati oleh mereka yang memiliki kendaraan dan mereka yang mengerti akan manfaat pegantian kerusakan bangunan.Pada Asuransi auto,Asuransi kendaraan in memiliki kelebihan tersendiri bagi orang-orang yang melakukan aktifitas secara mobile (berpindah secara aktif). Sebagai satu-satunya alat transportasi yang menunjang pekerjaan seseorang, kebutuhan akan asuransi kendaaraan sangat dibutuhkan. Dengan adanya asuransi kendaraan, seseorang dapat terus fokus pada pekerjaannya tanpa harus repot mengurusi hal-hal terkait kendaraan, bila suatu waktu terjadi hal yang tidak diinginkan pada kendaraannya (mengganti komponen kendaraan sebagian atau seluruhnya). Dan Asuransi griya/properti atau rumah merupakan kebutuhan yang sudah pasti bagi setiap orang. Dalam hal ini rumah juga tidak lepas dari resiko adanya kerusakan, baik akibat umur yang sudah lama maupun kejadian lain yang bisa merusak fungsi dan fisik rumah, seperti kebakaran, perusakan, pencurian, dan lain-lain. Pembangunan atau renovasi suatu rumah tentu butuh dana yang besar yang biasanya sudah dipersiapkan di tahun-tahun sebelumnya. Dengan adanya Asuransi Rumah, sobat dan saya tidak perlu lagi merasa kuatir mengenai resiko musibah yang kemungkinan terjadi pada rumah tersebut. Asuransi akan menjamin baik fisik bagunan maupun seluruh isi perabotan yang ada di dalam rumah, tergantung kemampuan premi yang sobat bayarkan. Bagi saya, asuransi diibaratkan investasi masa depan. Asuransi adalah jalan keluar untuk mengatasi Resiko yang sewaktu-waktu bisa terjadi atas diri kita. Kalau dulu asuransi hanya berpatokan pada "membayar premi" dan "melakukan klaim", saat ini sudah ada perusahaan asuransi yang menawarkan sistem investasi dari pembayaran premi tersebut, disamping kita mendapatkan berbagai paket asuransi serta klaim yang lebih mudah. Yup, jadi premi yang kita bayarkan bila tidak terjadi klaim, tidak akan hangus. Mirip seperti deposito, uang yang kita bayarkan memiliki jangka waktu yang bisa kita ambil setelah jatuh tempo berakhir. Asuransi yang Konvensional sering dipusingkan dengan proses klaim yang berbelit dan pembayaran klaim yang lama. Itupun terkadang tidak sepenuhnya diberi ganti rugi, tergantung item-item mana saja yang menjadi tanggungan perusahaan. Hal ini berbeda dengan sistem asuransi yang saya sebutkan sebelumnya. Saat ini sobat tidak perlu takut dan kuatir lagi untuk mengikuti asuransi, asalkan sobat pintar memilih perusahaan asuransi yang benar-benar memberikan manfaat bagi kita. Jangan pilih asuransi dengan sistem konvensional, karena akan merepotkan kita sendiri kedepannya. menjadi pilihan keempat terpopuler dibandingkan Asuransi kesehatan, Asuransi pendidikan dan Asuransi jiwa di Indonesia dan tentunya banyak di beli.
  
Daftar Pustaka      :